Thursday, August 20, 2009

What do you need

a lot of money..a lot like a room full of them - go on dream..
a lot of time for myself ...doing what..sleeping - well you have more than 8 hours
a lot lot of friends..yeah yeah..you start to be friendlier next time
a lot of clothes ...he he he..at the moment it has flooded the staircase too
a lot of books ...well three dozen of it is still in the paperbag
a lot of ..

speechless

just be thankful what you have

good family
enough food
good friends
enough money to even donate to the unfortunate
and a so called a peace of mind ...yeah peace..or a piece..whatever..that suits your mood..

dedicated to you

friends that comes and goes and stay and did give plenty of impact. the ones that you still hanging in your heart are the ones who will give you a call once a year or maybe through brain waves that knows you more inside out and top to bottom.

friends that bandwagon with you during the good days are somewhere in the universe still contacts you incase there are more pots of gold to be shared equally among them

friends that love you but you dont even know that suprises you know and then with that sweet innocent smile

friends that will jump into the pond before you jump in trying to save you

and friends that always love you no matter what you say or do

I LOVE YOU ALL

Matang atau malas

ia datang lagi, lidah yang tak bertamaddun yang cuba menggangu gugah aku. aku sudah terlalu malas untuk membilas apa yang tidak benar. aku sudah cukup pengalaman bilasan yang tidak murni hanya menambah carik yang sudah pun koyak. biarlah kali ini aku biar kan berlalu dan akan aku umpamakan bagai bayu petang di atas bukit, nyaman namun sekejap.

mereka masih mentah dalam menangani lidah dan ia nostalgia aku. munking juga dejavu. aku tidak perlu cepat bingkas dan menangkis serangan.

kalau di biarkan diam, aku menang dalam bodoh. bodoh yang menjunjung kejuaraan. terserlah aku sabar dan mengenepikan rencah bocah lidah lidah separuh masak.

ataupun aku sudah matang benar...

Monday, August 3, 2009

Semester ini perlukan darab tiga pengorbanan

ya..ramadhan kan menjelang..patut kah aku lakukan perkara yang sama, tinggalkan jemaah tarawikh dan teruskan belajar..

rasa aku, aku perlu meraih sunat agung kali ini..aku berbagi bagi masa..inshallah..tetap aku lakukan sunat tarawih..biar letih tapi hati jadi tenang dan rawan mengendong ramadan rapat dengan jiwa dan jasad.

aku berniat ingin melakukan kedua duanya, Ya allah, berilah kekuatan, kesihatan yang baik, ketenangan dan hidayah yang bertali arus.

Maka itu adalah jalannya

Entah apa yang aku fikir, tidak menghadiri pengkebumian ayah itu tidak mengapa. Aku terpaksa mengambil keputusan nekad untuk hadir ke kelas. Sahabat rapat aku tidak dapat menafsir apa yang bergejolak dalam benak sehingga aku bertekad sedemikian. Aku hanya mengikuti kata hati setelah bertelah telah dengan berfikir sehabis kuat.

Aku terpaksa dalam keterpaksaan maka aku timbang yang sunat dan wajib. Yang mudah lagi memudahkan dan yang terpenting tidak berpenyesalan langsung.

Aku nekad lalu tekad menghadiri kelas dengan badan yang melayang letih namun fokus yang masih tinggi. Alhamdulillah.

Sudah 14 hari ayah telah berpisah jasad dengan roh. Namun aku yakin rohnya masih rapat menemani aku.

Hari ketiga aku merindui ayah kepalang teruk. Sepulang dari pejabat ku cari bau bau yang dapat menghilang rindu, ku rangkul bantal ayah, baunya masih lekat likat. Aku ambik sebuah.

Anak anak aku juga mengikuti hal yang sama, nasib baik bantalnya banyak, cukup menjadi peneman rindu, selimutnya, kopiahnya, dan aku mencari cari diarinya, dapat aku merenung tulisan tulisan jawi yang tak berapa aku fahami.

Maka ayah, maafkan saya, itulah jalannya yang saya pilih demi kamu dan saya.